Semakin tinggi jabatan, semakin tinggi prestise dan kebanggaan tapi semakin tinggi pula tanggung jawab yang diemban.
Apakah kita harus siap dahulu baru kita bisa memegang jabatan yang lebih tinggi, atau kita memegang jabatan yang lebih tinggi dulu dan saat kita memegang jabatan, kita membuat diri kita jadi siap?
Misalkan saya pilih siap dahulu,mungkin kita akan siap suatu saat kelak, tapi pastinya lebih lama, karena tidak ada dorongan dan tekanan kuat, kalaupun ada cuman diawal-awal.
Misalkan saya pilih jabatan dahulu, mungkin kita akan merasa tertekan, ringkik dan merasa serba salah, tapi karena ada dorongan dan tekanan kuat, niscaya sejalan dengan waktu, jabatan itu akan membuat diri kita siap.
Namun tetap berpegang pada yang kuasa, karena hanya Dia-lah yang bisa menolong kita disaat-saat penuh tekanan tersebut.